Beranda

Minggu, 30 September 2012

Bilakah Semua Terjadi (1)


Minggu, 30 September 2012

*sebuah cerita singkat dengan meminjam Ia dan Dia milik Djenar Maesa Ayu


            Seperti halnya kemarin dulu, kemarin, dan esok. Hari ini ia menjejakkan kaki keluar dari kediamannya dengan langkah ragu sembari berkata dalam hati jangan ada seorang pun yang mengajakku bicara hari ini. Berangkatlah ia dengan rambut panjangnya terikat rapi yang tak ia biarkan angin membelai lembut gerai rambutnya. Seperti halnya kemarin dulu, kemarin, dan esok, hari ini ia melangkah ragu dengan wajah menghadap tanah seolah mencari seuatu yang hilang terjatuh. Namun terlebih lagi hari ini. Sepanjang jalan ia hanya mengulangi lagi, lagi, dan lagi sebuah ikrar yang tak pernah terlewatkan oleh matahari ufuk timur, “semoga hari ini tak seorangpun mengajakku bicara”.
            Semakin jauh langkahnya meninggalkan kediamannya, semakin kencang degup jantungnya. Bagaimana tidak. Hari ini adalah hari festival olahraga di sekolah Shukaku (Shukaku Gakuen). Semua siswa akan berhamburan keluar kelas, berdesakan, dan memenuhi area olahraga sekolah. Lalu bagaimana dengan ia? Tentunya hari ini adalah awal musim panas yang menyenangkan bagi semua orang, tapi bagi ia adalah hari pertama yang tak tahu harus bagaimana berinteraksi dengan semua orang.
            Dengan langkah cepat sedikit berlari ia segera masuk kelas. “Kuputuskan hari ini aku melihat festival dari sini saja,” katanya dalam hati. Ketika semua siswa sibuk menyaksikan festival olahraga, Tomoe hanya duduk di bangkunya. Di pinggir jendela itu ia hanya bisa melihat pertandingan sepak bola. Tak terasa ia begitu memperhatikan permainan sepak bola yang terlihat seru itu. Tapi bukan, ada sesuatu yang menarik bagi Tomoe. Seorang siswa laki-laki, salah seorang pemain sepak bola itu. Perlahan terlihat senyum dalam wajah Tomoe, tapi tak seorang pun tanggap dengan perubahan ekspresinya yang sangat pelan dan jarang sekali itu.
            Begitulah ia, Tomoe, seorang gadis yang hanya akan melihat dari jauh. Ia hanya melihat dari balik jendela, pintu, tembok. Hanya melihat di balik kesibukan semua orang, tapi tak satupun terlewatkan oleh ia. Seperti halnya kemarin dulu, kemarin, hari ini, dan esok, ia hanya selalu melihat punggung orang-orang yang mendahuluinya pergi dan barulah ia akan berlalu.
            Semusim telah berlalu, dan Tomoe tak pernah lagi melihat siswa laki-laki di hari festival olahraga. Lamban, Tomoe nyaris melupakan dia yang mempesona seolah terbang menggiring bola dengan terpaan matahari pagi yang menghiasi wajah lesung pipinya. Tomoe seperti halnya kemarin dulu, kemarin, hari dan esok kembali melakoni rutinitasnya mengikrarkan mantra-mantranya menyambut langkah ke sekolah sembari menghafalkan jejak-jejak kakinya di tanah.
            Sekolah hari ini adalah olahraga gabungan kelas Tomoe dengan kelas tingkat atas karena adanya renovasi gedung olahraga. Hari ini Tomoe kembali hanya duduk di pinggir lapangan melihat teman-temannya bersenda gurau dan bermain di tengah lapangan. Itu bukan pemandangan langka lagi bagi Tomoe atau pun teman-temannya. Tiba-tiba Tomoe  terperanjat dari tempat duduknya. Dia! Siswa laki-laki yang sempat menjadi pusat perhatian Tomoe dalam festival olahraga. Ntah keberanian dan niatan dari malaikat mana yang membuat Tomoe bertekad untuk menghampiri dia seusai olahraga. Tomoe duduk tak tenang. Berpikir dan menimbang-nimbang. “Apakah ini pantas seorang cewek mengajak berbicara seorang laki-laki terlebih dahulu?” katanya bimbang. “Tapi, ntah kenapa aku merasa esok-esok aku belum tentu bisa melihatnya lagi.” Seakan ini adalah pertemuan terakhir Tomoe dengan dia. “Esok aku akan kembali seperti diriku lagi. Seperti biasanya.” Dengan penuh tekad dan keberanian Tomoe memutuskannya.
            Dengan gugup Tomoe berdiri dari tempatnya karena jam olahraga telah usai. Dengan langkah pasti dan gemetar Tomoe menghampiri dia, “Boleh minta waktunya sebentar?”
“Saya?”
“Ya!”
“Bolehkah aku tahu siapa namamu?”
“Re-i”
            Itulah pertama kali dan terakhir kalinya Tomoe menjadi sangat berani. Hanya dorongan bahwa ia kelak mungkin tak kan pernah bertemu dengan dia lagi. Ini adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki.

“tanpa ragu lagi ku berlari dan menangkapmu kupu-kupu kecil..”
“Bilakah aku akan melepaskanmu?”

Jumat, 28 September 2012

Seorang Tak Ber-Tuhan

Selayaknya seorang tak ber-Tuhan
tak henti ku bertanya
Apa arti hidup ini
Apa tujuan hidup ini
Tuk apa aku hidup
Apalah yang kucari
Sembari mencari jawab
dalam puing-puing waktu
yang kian terkikis termakan arus zaman
Tak ubahnya anak ayam kehilangan induknya
Ku hilang arah
Mencari yang tak ku tahu

Selayaknya seorang tak ber-Tuhan
mencari jati diri
apalah hidup itu adanya
Berlari mengejar mentari hinggap
tertangkap kelam malam
Hingga lunglai luruh ku bertanya
Tetap ku berkeras
Enggan ku bertanya pada Sang Empunya hidup
Selayaknya seorang tak ber-Tuhan

Minggu, 23 September 2012

Is it Destiny?

*Minggu, 23 September 2012
"Di seberangnya ku terpaku"

Terjerembab dalam Pilihan Takdir

            Orang bilang, "tidak ada sesuatu yang kebetulan". 
Itu berarti semuanya sudah ada dalam master plan Tuhan, alias TAKDIR. Kau mempercayainya? Akupun sebenarnya tak sanggup pungkiri. Jika kau mengalami suatu hal yang kebetulan, kau bisa benar-benar sungguh berpijak pada bahwa tidak ada sesuatu yang kebetulan. Sudah sewajarnyalah, sudah takdirnyalah itu terjadi dan tentu saja semua orang termasuk kau dan aku bisa nrimo dengan legowo kata orang Jawa.
"Tentu saja!" jika aku mengatakan itu dengan cemooh. Sesuatu yang kebetulan, apapun itu, selama aku mengarungi rimba dunia tak seorangpun yang pernah, sedang, ataupun akan menyesali sebuah takdir yang berwujud kebetulan. Tak pernah kutemui orang berkata, "kemarin kebetulan aku dicopet". Apa itu 'kebetulan'? I don't think so! Apa itu 'takdir'? Yes, probably.
So what about this one?
             Ada yang bilang, "itu bukan takdirmu, tapi pilihanmu...".
Banyak orang menemui jalan buntu. Banyak orang menyesali jalannya. Banyak orang menyalahkan hari-hari yang telah lalu. So what? How can you decide it? Is it your wrong choice or your destiny? How do you know it is your fault or it is just happened? Seringkali kau tak kan pernah tahu apa itu benar-benar takdirmu atau pilihanmu saja. Mungkin juga kau takkan pernah mengerti apa itu panggilanmu atau kau hanyalah salah satu tokoh yang bahkan tak mengerti apa perananmu dan begitu saja tiba-tiba terjerembab dalam pilihan yang tak bisa kau pilih. 
             Apakah kau mau mengakuinya sebagai takdirmu?

 ***
Dalam masa ku terjerembab dalam pilihan takdir,
Terpaku dalam Seberang, Kosong

"Oh, ini kebetulan!" kukatakan pada diriku
Kebetulan yang enggan sekali tuk milikiku
Aku senang lebih dari itu
Mungkin benar aku merindukannya
Sungguh betapa senang
hingga ku cinta pada takdir dalam wujudnya
kebetulan
Kebetulan yang enggan sekali tuk ku dekap erat
jauh ingin ku lemparnya
pada orang-orang kurang beruntung yang mengais-ngais kebetulan
Betapa ku senang, sungguh namun
kerinduan yang membuncak pada tirus wajahnya
menetapkan pilihannya pada kekosongan tak berwujud
dalam kata yang tak pernah tercipta
dalam definisi yang tak berarti
dalam penjelasan yang tak terjelaskan
hanya diam ku terpaku
senyum ku bawa
biar kosong terisinya
"senang melihatmu kawan," senyumku

Rabu, 19 September 2012

Kemarahan Sang Pena (?)

Katanya,

"Sudah berapa lama?
dan akan berapa lagi lamanya...kan kau pandangiku?!
Apa lagi kau mau daripadaku?!
Memutar-mutarku di ujung jemari kecilmu?!

Menggelikan!
Sikapmu itu sungguh menggelikan
Rasa menggelikan ini tak buatku gelegarkan tawa di hadapmu
Benar mungkin aku tawarkan tawa simpul (pada wajahku)
Tapi, juga ku ingin lempar sandal ini biar dampar di cekung wajahmu
Menjijikkan!

Apa?!
Kau akan marah?!
Marah saja! Silakan!
Marahmu tak buatku bangkrut!"

Menulislah kawan...
(mungkin itulah jika pena hendak berkata padamu...)

Lagi katanya,

"Buang saja aku!"
"Daripada kau pandangiku dengan wajah kosongmu..."



*Malang, Mei 2012
Kosabra, bersama wajahnya yang seakan ingin melemparku dengan sandal

Senin, 17 September 2012

Yang Terlupakan

Ntah bagaimana dengan kalian...
bagiku ini terlihat keren, ntah mengapa.
 "Ketika kau membaca surat ini, aku akan sudah lama tiada...",
sebuah kutipan surat dalam dunia perfilman.

Jika kau bingung akan dua jalan, apa yang akan kau lakukan kawan?
Orang bilang, "Hidup adalah pilihan", "Itu bukan takdirmu, tapi pilihanmu..."
Kedua hal itulah yang sebenarnya ingin kubicarakan denganmu wahai kawanku.
Jika kau berkata, "kita harus pergi dengan kemenangan..",
aku setuju adanya.
Tapi apa arti kemenangan itu sendiri?
Tak jarang aku ingin lari...meski ada yang bilang,
"Trus mau lari kemana lagi chint,. Ujung dunia tu gak ada."
Aku akan bertempur jika memang haruslah demikian.
Tapi, untuk apa aku bertempur?
Apa yang aku perjuangkan bahkan aku tidak tahu.
Hanya harapan dan mimpi yang lama-kelamaan usang hanya menjadi sebuah idealis yang mungkin terlalu tinggi.


What I want to do,
What should I do,
I can't find it.

Ah! Mungkin kutulis sebuah surat untukmu saja kawan...

(karena) mungkin aku telah lupa...

Minggu, 16 September 2012

Randomous

Ketika segala sesuatu menjadi tak beraturan
Itu random
Itu acak
Itu kacau
Kala hidup terkadang tak jarang mengikuti arus "Randomous"
Ntah kemana
Ntah dimana

Kau tak perlu risau
di sini saja
Di mulai dari tempat ini
kan kulukiskan langkah baru
Menuju tuts tuts keyboard yang merindu
Mengubah arah menjadi asa
di mana ku kan berlabuh

Sailing "home"

GOLONGAN DARAH LANGKA

Selama ini kita menganggap bahwa golongan darah itu hanya A,B,AB,O.
Ternyata ada golongan darah yang langka, namanya Bombay Blood Type (Golongan Darah Bombay.)
Golongan darah tipe ini dinamai Bombay karena pertama kali ditemukan tahun 1952 di Bombay, India.
Golongan darah Bombay ini merupakan golongan darah yang tidak memiliki ekspresi antigen sistem ABO dipermukaan sel darahnya. Jika diperiksa dengan sistem biasa maka akan muncul golongan darah O namun tidak bisa menerima transfusi dari golongan O karena memang sebenarnya berbeda.
Golongan darah type Bombay adalah golongan darah dengan fenotipe hh atau mereka tidak mengekspresikan antigen H/substansi H (antigen yang terbaca sebagai golongan darah O). Para pemilik golongan darah tipe ini hanya bisa menerima tranfusi dari orang bergolongan darah Bombay juga.
Kemungkinan adanya golongan darah Bombay ini 1 : 200.000. Artinya dari 200.000 orang kemungkinan hanya satu ada golongan darah Bombai.

(Aku tahu adanya golongan darah ini karena nonton film detektif Kindaichi Shounen Jikembo 2005 spesial. Pemerannya beberapa anggota Johnny Entertainment lho [bagi yang suka J.E ^^], Kamenashi Kazuya [KAT-TUN], Yuichi Nakamaru [KAT-TUN], Tanaka Koki [KAT-TUN])

Senang bisa berbagi ^^