"Sudah berapa lama?
dan akan berapa lagi lamanya...kan kau pandangiku?!
Apa lagi kau mau daripadaku?!
Memutar-mutarku di ujung jemari kecilmu?!
Menggelikan!
Sikapmu itu sungguh menggelikan
Rasa menggelikan ini tak buatku gelegarkan tawa di hadapmu
Benar mungkin aku tawarkan tawa simpul (pada wajahku)
Tapi, juga ku ingin lempar sandal ini biar dampar di cekung wajahmu
Menjijikkan!
Apa?!
Kau akan marah?!
Marah saja! Silakan!
Marahmu tak buatku bangkrut!"
Menulislah kawan...
(mungkin itulah jika pena hendak berkata padamu...)
Lagi katanya,
"Buang saja aku!"
"Daripada kau pandangiku dengan wajah kosongmu..."
*Malang, Mei 2012
Kosabra, bersama wajahnya yang seakan ingin melemparku dengan sandal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar