Beranda

Sabtu, 27 Oktober 2012

Nada Diam

*dalam sudut dudukku
Detak jam membisikkan pukul 06.38 WIB di tanganku
Jarum yang satu duduk tenang dalam
satu menit dekati angka tujuh
sebagai keberuntungannya
Lagi jarum yang lain berdiri tegak
di antara angka tujuh dan delapan yang hendak
segera menuju lingkaran magnet tak putus angka delapan
Terlihat keduanya oleh kita
bersudut kurang daripada lima derajat

Anggaplah begitu jika kita ukur
dalam hitungan ilmu derajat ukur

Bak jarum yang satu
hanya bisa ku duduk diam
sementara jarum yang lain tegak berdiri
Berirama ia bersama ketipung mengiringi
pujian Tuhan dalam hati domba biri
Siapakah ia?
dalam diriku berucap nada,
"Tuhan, tolong hapuskan kebimbanganku!"
"Tuhan, tolong teguhkan keyakinanku!"





*Secarik lagu ciptaan Pdt. Suko Tiyarno - yang hari diajaknya untuk dinyanyikan dalam khotbahnya -
yang tergoreskan draft Nada Diam itu dipunggungnya.



Kamis, 25 Oktober 2012

Mimpi, Dream, 夢, όνειρο




              I like my name. My full name is Yusinta Memoriani. The part I like is “MEMORI” that means ‘kenangan’ in Indonesian or ‘memory’ in English. And if I make an acronym of my name, its form YUME that means “dream” in Japanese. Ahahahaha! It is just intermezzo because we will talk about dream.

              There is one of motivator said that he did not like the word “mimpi” (dream in Indonesian) because it feels like it is just daydreaming without hopes inside that dream. But I do not meant to discuss about the philosophy of a words.

              “Dream high. Its free.” said one of my friends on his facebook status. I said, “Yes! You must dream high!” It will make you cheer up. At least when you do not know what you should do and hopeless, you have point of view that there are still dreams you can reach. Although sometimes I also feel hopeless but if we have dream it shows that we still have hope. There is nothing impossible right. My lecturer said that we must confident that we can do it. If we think we can do it so we do can do it. But once we think we can not, we do can not. So just think we can do it, we can make it.

             I also ever read a book about dream. That book is one of Chicken Soup series. That book tells that there is someone who wrote down his one hundred dreams on the paper and sticks it on the wall in his room. Day by day one by one that dreams was fulfill without he realized it. And that book also said that believing is more important than anyone plan we have. Then I followed that way. I found it is work. (You can try it also to write down your one hundred dreams or everything you want in this life and more). That note of the dreams will help us to not get lost. The feelings that we have a hope, dream; we know what we want and what we should do is very important. I have ever felt that I got lost. I do not know what I want. I do not know what to do. It is all emptiness. I do not know what and where I am looking for and how to find it. I can not find it. It is like hell. Lazy all of the time, do everything half heart way. I do not know how to explain it more. Just…it worst. Although until now I still try to find it, I feel better. I do not want you to feel that way. So as a friend, I want to give you this four leaf clover. It is a symbol of luck in Japan and some other country. This leaf is special because it appears 1: 100.000 because of genetic factor. Hopefully you are fulfilled by luck to meet your dream. :)

Fly high guys. Spread your wings!
Run…run…run! Do your best! Never give up run to meet your dream.

No matter how long you walk,
provided that you never stop. :)

Senin, 22 Oktober 2012

"Sensei!"

           

                      "Sensei!" begitulah siswa-siswi di sekolah-sekolah Jepang memanggil guru mereka. Bagiku panggilan itu sangat keren dan menyentuh hati, S - E - N - S - E - I, entah mengapa. Mungkin karena sapaan itu berbeda dengan sapaan-sapaan biasa. Maksudku, jika di Indonesia kita biasa memanggil guru-guru kita dengan sebutan "Pak", "Bu". Panggilan "Pak", "Bu" itu adalah kata sapaan yang sama yang kita pakai untuk memanggil orang yang sudah menikah dan atau lebih tua dari kita yang kira-kira sebaya dengan orang tua kita. Sesama oranng tua pun juga menggunakan sapaan "Pak", "Bu". Karenanya itu terasa sama rasa, sama derajat, sama hormat. Tidak ada sebuah kesan bermakna yang mendalam.
                     Sedangkan kata "sensei" [先 生]berdasarkan etimologinya terdiri dari dua karakter yang terjemahan langsungnya "terlahir lebih dulu" yang mengimplikasikan bahwa orang yang dipanggil sensei adalah orang yang mengajar berdasar pengalaman dan kebijaksanaannya (berdasarkan umurnya). Atau terjemahan lainnya adalah "grand master" [berdasarkan bentukan kata huruf kanjinya. *sulit untuk menjelaskan itu ^^]
                    "Pak Guru!", "Bu Guru!" Adakah mereka, kalian, ataupun kita para mahasiswa yang menyandang gelar S.Pd. sudah pantas dan layak mengampu sosok yang kelak disebut "Pak Guru dan Bu Guru"? Sosok yang mampu mengemban tugas "digugu lan ditiru" menurut filosofi orang Jawa. Adakah kita sudah berkaca?



*sepenggal goresan yang kuakhiri dengan tanya.
Aku lupa kapan menulis tentang draft ini di bukuku sebelumnya. Tetapi karena satu hal akan kewajiban aku harus berhenti sejenak meninggalkannya. Kala itu ide-ide membanjiri otakku tapi sekarang aku sudah lupa kala itu ingin menulis apa. Karenanya sementara hanya ini, semoga aku bisa menyambungnya lagi...


*Aku sudah mulai belajar mengajar sejak tahun 2010. Namun sampai sekarang aku tak pernah dipanggil "Bu". Aneh mungkin bagimu, tapi aku suka karena aku tidak suka dipanggil dengan sebutan "Bu" (karena memang aku belum berumur ibu-ibu). Aku tidak pernah dipanggil demikian lantaran karakteristik tempat dimana aku mengajar. Pertama, adalah sebuah tempat yang berbasis internasional. Tentu saja akan lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, di tempat tersebut semua guru dipanggil Miss dan Mister. Kedua, adalah sebuah tempat yang berbasis budaya Indonesia. Tentu saja lagi-lagi budaya Indonesia yang ditekankan. Dan untuk orang yang belum menikah (yang menjadi guru) akan dipanggil mbak atau mas, bukan kamu seperti kebiasaan dalam bahasa Inggris yang bagi orang Indonesia terdengar kurang sopan (jika belum kenal atau lebih tua). ^^

Selasa, 16 Oktober 2012

Dialog di Persimpangan



*inspirated by "GTO drama eps. 10"^^
Hopefully it can help you whoever that confused which path to take...


Perempuan itu berkata, "Apa ini salah?"
"Apa?" sahut lelaki itu.
"mm....pendaftaran itu,"
"tidak juga," kata lelaki itu sambil lalu.
"Kalau kau tidak ingin aku melakukannya, kau bisa mengatakannya padaku."
"Mengapa harus aku?"
"karena jika aku diterima, aku harus pergi dari sini."
"Oh, kau tidak ingin berpisah denganku?" ucap sang lelaki tanpa ekspresi menggoda.
"Tidak!" serbu si perempuan terburu-buru.
"aku cuma....," lanjutnya.
"cuma apa?" serang sang lelaki.
"tak peduli seberapapun  banyaknya mimpi yang ada padaku, apa baik jika aku baru melakukannya sekarang?"
"Melakukan sesuatu tanpa khawatir tentang konsekuensinya bukankah itu yang kau yakini?"
"Ya, tapi... Tapi aku tidak lagi muda dengan usia belasan tahun. Aku sudah lebih tua sekarang."
"Kalau begitu tak perlu mendaftar." snag lelaki menyimpulkan.
"Jangan asal memutuskan dengan pikiran pendek seperti itu!" sahut si perempuan dengan nada tinggi.
"Kalau begitu ya mendaftar saja,"
"Lalu yang benar yang mana?" si perempuan mulai kesal.
"Apa kau akan melakukan apapun yang aku katakan? Haruskah aku yang memutuskannya untukmu?"
Si perempuan hanya bisa diam terpaku mendengar jawaban lelaki itu.



*when I saw this drama, I feel that I am quite the same with Fuyutsuki sensei who does not like to be a teacher (and she wants to be a stewardess). She could not answer if she was asked why she becomes a teacher. If I could say, I'll say, "I don't know. I just stuck here.."
I had learned from this dialog and I do not want to ask to much but many question about this path still lingering in my mind no matter how. I had tried to enjoy my path and do my best but it is difficult to love something that you hate.
I just do not like to do something in half heart. But I can not force my self to do it with a great full heart.
I hate this feeling...><





Minggu, 14 Oktober 2012

Senyuman Langit Tak Berbintang

*26 Mei 2012
Senyuman Bulan dalam Senandung Lagu Cinta



Kawan,
Tahukah kau bagaimana bentuk bulan sabit?
Bentuk sabit yang biasanya
digambarkan anak-anak kecil,
Bentuk sabit yang biasanya
digambarkan bak cermin cekung maupun lensa cekung,
Bentuk sabit yang biasanya itulah
umumnya terpatri pada otak kita,
tergambarkan, dan
diajarkan dalam buku teks ilmu pengetahuan
alam...
Tapi siapa pelukis bulan
Malaikat juga tahu...

Malam ini berbeda kawan...
(jika kau sempat menengok langit),
Malam yang tertera 26 Mei 
pada kalender matahari
Kau lihat sabit kali ini
tak layaknya biasa
Heran ku bertanya...
Ia, sabit itu, menggantung ke bawah
seakan tersenyum ia
kepadaku...
Ingin ku bertanya...
Di malam nan kelam ini
masih bulan tersenyum
sendirian terangi langit
pekat tak berbintang...

"Haruskah aku membalas senyuman itu? "




*karena kau memang selalu bercahya, NURA..


Sabtu, 13 Oktober 2012

Sinau Nulis

*just wanna try to write something in English

"A QUOTES"

           Someday he said that I am the third person who have a big patient he met. Really? I ask to my self. I am not sure because I just like crybaby often. But his words many times help me to courage my self and make me strong somehow.
           This words is some of words I like the most that I want to share. Hope you can get and learn something.

  • If you are in trouble, may be asking is one of your solution, but...
"The answer of a question is a question more. So stop questioning ! Just breath so deep and smile ^^"

*I do not intend to forbid us to ask. But sometimes even often we ask to much. In the end, we just do nothing and waste the time by thinking. Somehow, "do not think, just do it"...
  • If you do not understand or even you will never understand and could not find the answer, I said,...
"I am not smart enough to figure out the answer no matter how much time I spend thinking... All I can do now is to empty my head and dash forward..."
  • And if in the end you are disappointed at something and or as though your effort and your step is end in useless, ...
"Not to be cared is usual.... Not to be understood is always.... The promise is not fulfilled I am used to also... So, somehow if suddenly I am disappear just think that is normal and usual too..."

*I mean just 'WHATEVER' ~ 'CARE NOTHING ABOUT', just do what you have to do...






Senin, 08 Oktober 2012

A Little Courage

*Terjemahanku akan lagu "Chippoke na Yuuki" – Funky Monkey Babys
menurutku pesannya bagus^^

SECUIL KEBERANIAN

Tak kita miliki pun akan sesuatu
tergenggam kosong dalam telapak kita
menapaki waktu-waktu keras, tapi tak kita berserah
sbab tak ingin kita menyerah
pastilah esok kan kita gapai sesuatu
Bukankah ini benar adanya?

ke mana tiap orang menghilang pergi? Kusendiri tertinggal
pasti ku mau jika Tuhan dapat menolong
kembali pada waktu-waktu tak bersalah itu
kutakut akan masa depan tak terlihat
kutakut akan tekanan lingkupiku
buatku ingin melarikan diri
pada halaman pertama album tua terbalut debu
meski, meski bahkan pagi baru kan datang lagi
lantaran menunggu malam seperti ini terus, dan terus, buatku muram
terlihat mimpiku tlah hancur tersebab ketakutanku
tapi bagaimanapun buruknya itu,
jika aku seorang cengeng
begitulah adanya, ku kan bermandikan hujan air mata

sekarang,
apakah yang kulakukan ini benar yang ku inginkan?
apakah yang kulakukan ini benar cocok untukku?
Ku tetap melangkah maju, tapi
Kapanpun aku terhenti ataukah tengok ke belakang,
Ku mengakhirinya dengan kembali mundur
Dalam hati kurasa sedih dan ragu
Dalam perjalanan pulangku dari pintu selatan Hachiouji
Ku mencari tuk slalu bersama kawan-kawan dan keluargaku
Tapi terlalu kubergantung pada mreka tuk kebahagiaanku
Kupunyai ragu tentang apakah ini benar
Ktika ku tertikam kematian pada akhirnya, ku kan berubah
Selangkah dalam sewaktu

selalu kucari dimana kudapat jadi diriku sendiri
kugenggam sgala kekurangan ini
dengan secuil keberanian
bersama dengan harapan besar yang malu tuk kuakui
dalam hatiku selamanya

ketika kita kecil, tak kita mengeri apapun, tapi
meski tak kita mengerti satu hal pun, tapi, kita tetap tersenyum
bergandengan tangan kita dan berdiri berjajar di palung sungai
suatu hari nanti, di tempat ini pula,
kan menyanyi kita bersama lagi

Tak kita miliki pun akan sesuatu
tergenggam kosong dalam telapak kita
menapaki waktu-waktu keras, tapi tak kita berserah
sbab tak ingin kita menyerah
pastilah esok kan kita gapai sesuatu
Percayalah…